Lingkungan hidup di tengah krisis pencemaran dan limbah plastik.
Pernahkah kamu membayangkan ada berapa banyak plastik yang bisa kita temui setiap harinya mulai dari saat kita semua bangun, mulai beraktivitas, hingga kemudian kembali pulang untuk beristirahat?
Penggunaan plastik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia khususnya di Indonesia. Keberadaan plastik sulit untuk dipisahkan karena penggunaannya yang mudah dan ketersediaannya yang mudah kita temukan sehari-hari.
Setiap hari kita menemukan penggunaan plastik pada kemasan kopi, makanan ringan, hingga bahan untuk keperluan dapur seperti botol dan kemasan minyak goreng, bumbu penyedap rasa, hingga botol saus dan bumbu dapur.
Sejarah popularitas penggunaan plastik
Penggunaan plastik mulai populer sejak tahun 1950. Studi Ilmiah dan Penelitian komprehensif oleh tim peneliti yang dipimpin oleh Roland Geyer dari University of California, Santa Barbara (terbit di jurnal Science Advances) mencatat bahwa produksi plastik global melesat setelah Perang Dunia II berakhir.
Total produksi plastik dunia pada saat itu melonjak dari hampir nol sebelum perang, menjadi sekitar 2 juta metrik ton pada tahun 1950, dan meroket hingga mencapai 25 juta metrik ton pada tahun 1970.

(Gambar: Sebuah globe yang terbungkus dalam kantong plastik melambangkan isu lingkungan. Foto oleh Shvetsa).
Semenjak saat itu plastik menjadi sangat sering digunakan hingga saat ini baik untuk keperluan industri maupun konsumsi hingga penggunaannya pada bidang medis dan kesehatan.
Plastik telah memberikan berbagai macam manfaat yang mengubah hidup manusia selamanya secara dari berbagai sisi, meningkatkan efisiensi produksi dan memberikan solusi baru dalam berbagai macam bidang yang mengadopsi penggunaannya.
Namun selain dampaknya yang positif, plastik juga membawa dampak negatif yang sangat besar baik terhadap lingkungan hingga kesehatan.
Plastik dan pencemaran di lingkungan daratan
Sebagian besar plastik khususnya kemasan wadah makanan dan minuman hanya berfungsi sekali pakai, hal ini juga serupa dengan penggunaan kantung plastik untuk belanja, kemasan produk dari bahan dasar plastik.
Jika sampah plastik bertambah setiap harinya dengan jumlah yang sangat banyak, sampah plastik akan segera menumpuk di dalam tempat pembuangan.
Penumpukan sampah plastik inilah yang menjadikan plastik sebagai salah satu jenis sampah yang paling sering ditemukan dalam tempat pembuangan akhir.

(Gambar: Foto udara lokasi tempat pembuangan sampah yang padat dengan sampah. Foto oleh Tomfisk).
Angka sampah plastik yang naik secara drastis dan menumpuk pada tempat yang lembab berpotensi menjadi sarang berkembangnya bakteri dan penyakit.
Sementara itu tumpukan plastik yang berada di tempat terbuka dan terpapar dengan sinar matahari yang panas dan udara secara langsung dapat menimbulkan permasalahan kesehatan yang serius karena sangat berpotensi menyebarkan mikro plastik.
Sampah mikro plastik merupakan potongan kecil dari plastik yang berukuran kurang dari 5 milimeter, plastik yang terdegradasi akibat panas dan terekspos langsung dengan sinar matahari umunya akan menghasilkan mikro plastik.
Menurut proses terbentuknya, mikro plastik dapat dibedakan menjadi dua jenis yakni mikro plastik primer yang merupakan plastik dalam bentuk kecil yang sengaja diproduksi untuk keperluan tertentu, kemudian ada mikro plastik sekunder yang merupakan hasil dari sampah plastik yang terdegradasi.
Paparan mikro plastik pada lingkungan terbuka berisiko mencemari dan meracuni air, tanah, hingga rumah tangga karena dapat dengan cepat menyebar melalui jalur air dan udara.
Plastik dan pencemaran di perairan dan laut
Perjalanan sampah plastik dan mikro plastik tidak berhenti di daratan, menyebarnya plastik dari sampah yang dibuang sembarangan ke sungai, akan terbawa angin dan aliran air dan akhirnya akan mengendap di perairan seperti sungai hingga lautan.
Keberadaan plastik di lingkungan perairan mengancam kelestarian biota-biota dan keanekaragaman hayati yang tumbuh dan hidup di sana.
Spesies seperti penyu, burung, dan ikan-ikan dapat mengalami gangguan reproduksi, gangguan pencernaan, hingga kematian akibat dari kontaminasi oleh potongan plastik dan mikro plastik yang terlihat seperti makanan.

(Gambar: Sampah plastik dan polusi di pantai. Foto oleh Rui Stenio).
Mikro plastik yang menyebar dilingkungan perairan menjadi salah satu dari penyebab rusaknya rantai makanan—selain itu, akumulasi dari pencemaran dari zat-zat kima yang terkandung di dalamnya dapat meracuni tubuh manusia yang mengonsumsi makanan laut yang berasal dari ikan-ikan yang terkontaminasi oleh mikro plastik.
Ecobrick, sebagai solusi untuk mencegah penyebaran plastik
Sifat plastik yang mudah diproduksi dan cenderung praktis menjadi faktor yang meningkatkan produksi dan penggunaan plastik setiap tahunnya.
Hal ini memperparah kondisi lingkungan hidup yang kini telah diracuni oleh sampah plastik dan mikro plastik secara masif.
Untuk itu perlu adanya sebuah usaha untuk mengurangi jumlah sampah plastik yang mencemari lingkungan, salah satunya yaitu dengan memanfaatkan sampah plastik yang ada menjadi media dan bahan untuk membuat ecobrick.
Mengenal ecobrick
Ecobrick merupakan salah satu cara yang dapat diadopsi oleh semua orang mulai dari keluarga hingga sektor yang lebih besar.

Gambar: Ecobricks adalah botol minuman plastik yang diisi dengan sampah yang tidak dapat terurai secara alami. Foto oleh Josephine Chan dan Ian Christie).
Sederhananya ecobrick terbuat dari botol plastik berjenis PET yang dimuati dengan berbagai macam sampah plastik bekas yang telah dicuci dengan bersih kemudian dikeringkan dan dipadatkan ke dalam botol plastik tersebut.
Pembuatan ecobrick merupakan salah satu alternatif yang lumayan ramah lingkungan untuk mengelola dan membatasi peredaran sampah plastik sehingga tidak terbuang sembarangan dan dapat berpotensi mencemari lingkungan.
Manfaat ecobricks
Pembuatan ecobrick menjadi salah satu solusi populer dalam mengatasi penyebaran sampah plastik.
Di tengah popularitasnya, ecobrick, lembaga-lembaga nirlaba internasional seperti ecobriks.org juga turut berkontribusi dengan melakukan berbagai sosialisasi, program opensource yang mereka distribusikan kepada berbagai sekolah dan lembaga pendidikan.
Semakin banyak wilayah dari berbagai penjuru dunia yang mengadopsi ecobrick sebagai solusi dalam mengatasi penyebaran sampah plastik, menunjukkan bahwa ecobrick memiliki banyak manfaat dan keunggulan, diantaranya adalah:
Mudah dan murah untuk diproduksi
Bahan utama untuk membuat ecobrick bisa ditemukan dari mana saja, dan sangat mudah proses pembuatannya sehingga mudah dibuat oleh semua orang.
Ecobrick dapat dibuat dengan mudah dengan memanfaatkan sampah plastik bekas kemasan produk yang telah dicuci bersih dan dikeringkan, 1 buah botol plastik kemasan air mineral yang akan digunakan sebagai wadah, gunting untuk membuat plastik bekas menjadi potongan kecil, kemudian tongkat pendek yang digunakan untuk memadatkan dan menekan sampah plastik yang nantinya akan dimasukkan ke dalam botol dan menjadi padat sehingga memenuhi standar kepadatan dan berat yang telah ditentukan.
Durabilitas dan ketahanan
Karena bahan dasarnya yang sulit untuk terurai, ecobrick memiliki sifat yang tahan lama karena tidak mudah terurai secara alami.
Jika ecobrick diletakkan dan digunakan di tempat yang tidak terekspos langsung dengan sinar matahari, maka penggunaannya akan lebih bertahan lama dan menghindari risiko dari degradasi dan pencemaran mikro plastik sehingga dapat bertahan hingga 1000 tahun lamanya.
Memiliki ketahanan terhadap air
Karena berasal dari bahan dasar plastik, ecobrick umumnya memiliki ketahanan yang tinggi terhadap air, ini menjadikannya aman untuk digunakan dilingkungan yang terekspos dengan air, namun dengan syaratnya pastikan botol ecobrick tertutup dengan rapat dan tidak adanya kebocoran atau lubang yang ditemukan pada botol ecobrick.
Sebagai solusi untuk menekan pencemaran plastik
Dengan membuat ecobrick, Anda telah menjadi penyelamat lingkungan, karena ecobrick dapat menekan risiko bahaya yang diakibatkan oleh terjadinya pencemaran lingkungan akibat sampah plastik dan mikro plastik yang dibuang sembarangan.

(Gambar: Membangun dengan ecobricks foto oleh waste-ed).
Selain itu dengan berkurangnya sampah plastik maka angka jejak karbon yang berasal dari pembakaran sampah akan berkurang sehingga berdampak positif terhadap pemanasan global.
Kesimpulan
Pencemaran lingkungan akibat maraknya konsumsi plastik dan sistem pengelolaan sampah plastik yang buruk telah menyebabkan kerusakan yang serius terhadap ekosistem seperti lingkungan hidup di daratan maupun di lautan dan perairan.
Selain menjadi sarang berkembangnya bakteri penyebab penyakit, dan meracuni hewan hingga mengakibatkan rusaknya ekosistem dan rantai makanan, pencemaran plastik juga berdampak besar terhadap manusia.
Mikro plastik yang dihasilkan dari sampah plastik yang mengalami degradasi diakibatkan oleh berbagai faktor dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan hingga pernafasan, hal ini akan berakibat fatal bagi kesehatan tubuh dan kesuburan dalam jangka panjang.
Dengan memanfaatkan sampah plastik dan botol plastik bekas, solusi seperti membuat ecobrick dapat mengurangi penyebaran sampah plastik dan mikro plastik dan mengurangi jejak karbon dari pembakaran sampah.
Manfaat yang dihasilkan oleh ecobrick sangat besar, dan dapat difungsikan sebagai bahan bangunan yaitu bata ramah lingkungan.
Oleh karena itu marilah kita mengambil langkah kecil untuk membantu mengurangi penyebaran plastik dengan membuat ecobrick melalui pemanfaatan sampah plastik yang kita hasilkan tiap harinya.